LEARN / BLOG

Laporan Nafas Agustus 2023: Kualitas udara masih buruk, kasus ISPA anak meningkat


WRITTEN BY

nafas Indonesia

PUBLISHED

08/09/2023

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


💡 Ringkasan:
1. Tangerang Selatan juara bertahan kota paling berpolusi
2. Rata-rata kualitas udara Bandung Raya bulan Agustus lebih buruk dari DKI Jakarta
3. Polusi tinggi di Serpong membuat warganya seperti menghisap 117 batang rokok, naik 5 batang dibandingkan Juli
4. Studi Nafas & Halodoc: Kasus ISPA anak meningkat 26% di Jabodetabek



Laporan Kualitas Udara Nafas bulan Agustus 2023 telah rilis!

Tingkat polusi di berbagai wilayah di jaringan sensor nafas masih terpantau tinggi. Kualitas udara tidak sehat, baik untuk kelompok sensitif maupun masyarakat umum, masih mendominasi. Tidak heran jika terjadi peningkatan kasus ISPA di tengah bencana udara tidak sehat seperti saat ini.

Salah satu hal yang perlu disoroti pada Agustus lalu adalah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap masalah polusi udara. Diawali dengan rapat terbatas yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, dibentuknya satgas pengendalian pencemaran udara (saat laporan ini dirilis pada 7 September 2023, totalnya ada 4 satgas yang dibentuk oleh KLHK, Pemprov DKI Jakarta, Kemenkomarves, dan Polda Metro Jaya), dan berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjekan laju polusi.

Efektifkah langkah-langkah yang telah dilakukan tersebut? Ada kah dampaknya dalam membantu menurunkan tingkat polusi udara dalam waktu singkat? Simak beberapa temuan penting dalam Laporan Kualitas Udara Nafas bulan Agustus 2023 berikut!

Tangerang Selatan juara bertahan kota paling berpolusi



Sejak bulan Mei, Tangerang Selatan menduduki posisi pertama sebagai wilayah paling berpolusi di jaringan sensor Nafas. Rata-rata tingkat polusi PM2.5 Tangerang Selatan bulan Agustus mencapai 63 µg/m3 dan sudah masuk kategori Tidak Sehat. Di urutan kedua dan ketiga terdapat Bogor dan Tangerang yang kualitas udaranya sama-sama masuk ke kategori tidak sehat.

Warga Serpong ‘menghisap rokok’ lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya



Bulan lalu banyak media yang menyoroti buruknya kualitas udara di Serpong, Tangsel, hingga setara menghisap 112 batang rokok. Ternyata bulan ini kualitas udara memburuk, sehingga selama bulan Agustus warga Serpong setara menghisap 117 rokok, atau 5 batang lebih banyak dibandingkan bulan Juli!

Di bulan yang sama, warga Tarumajaya, Bekasi setara menghisap 114 batang rokok dan Pamulang setara dengan asap 96 batang rokok.

Polusi udara bukan hanya masalah Jakarta



Meskipun sebulan terakhir media massa dan media sosial ramai pemberitaan tentang polusi DKI Jakarta, namun sesungguhnya polusi udara bukan hanya masalah ibukota. Seperti terlihat dari 30 lokasi paling berpolusi di atas. Banyak derah di kota-kota penyangga seperti Bogor dan Bekasi, bahkan di luar Jabodetabek seperti Bandung juga memiliki tingkat polusi tinggi.

Polusi sempat turun saat HUT RI ke78 lalu?



Di pagi hari banyak warganet yang salah fokus menonton atraksi pengibaran bendera merah putih di angkasa oleh beberapa helikopter justru tertutup kabut polusi. Sore harinya kualitas udara sempat membaik, namun memang tidak untuk waktu yang lama. Menjelang malam hari tingkat polusi udara kembali meningkat.

Setelah tim nafas telusuri, penurunan tingkat polusi PM2.5 pada 17 Agustus sore hari didukung oleh meningkatnya kecepatan angin yang terjadi pada waktu itu.

Jam anak sekolah rawan polusi tinggi



Temuan penting lainnya di Laporan Kualitas Udara Nafas bulan Agustus ini adalah terlihatnya pola-pola peningkatan pada pagi hingga siang hari. Artinya, saat anak-anak bersekolah (mulai dari berangkat, kegiatan sekolah, hingga pulang), mereka rawan terpapar polusi tinggi. Ini tentu mengkhawatirkan karena banyak studi yang menemukan bukti adanya pengaruh tingkat polusi udara terhadap kesehatan anak

Sejalan dengan hasil studi gabungan antara Nafas dan Halodoc yang menemukan adanya peningkatan konsultasi dokter anak (khususnya penyakit ISPA) sebanyak 26% pada bulan Agustus!

Protokol Kesehatan saat polusi udara



Polusi udara selalu ada dan mengintai kita semua. Lakukan protokol kesehatan 6M+1S seperti anjuran Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan & Dampak Polusi Udara (PPRPU) Kementerian Kesehatan. Jangan lupa untuk turut berpartisipasi dalam mengurangi produksi sumber polusi udara harian, salah satunya adalah bijak menggunakan kendaraan pribadi dan pakai transportasi umum saat bepergian.


🔗 Unduh Laporan Kualitas Udara Nafas Agustus 2023 ðŸ‘‰ https://bit.ly/NBDAgustus2023