LEARN / ARTICLE

Apa itu polusi udara dalam ruangan dan mengapa itu berbahaya?


WRITTEN BY

nafas Indonesia

PUBLISHED

02/04/2021

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Kalau kita memikirkan polusi udara, biasanya kita berpikir tentang pencemar udara luar ruangan seperti kendaraan dan pabrik. Meskipun polusi udara dalam ruangan sering kali tidak terlihat, ternyata sama-sama berbahaya dan dapat berdampak besar pada kesehatan kita. Penelitian dari Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat menemukan bahwa polusi udara dalam ruangan bisa menjadi dua hingga lima kali lebih tinggi daripada tingkat polusi luar ruangan, bahkan terkadang bisa mencapai 100 kali lebih tinggi.

Kita menghabiskan banyak sekali waktu di dalam ruangan, baik di tempat tinggal maupun di tempat kerja. Maka penting sekali udara kita sebersih mungkin. Sekarang, kualitas udara kita makin penting karena banyak orang di antara kita sedang bekerja dari rumah selama pandemi COVID-19 berlangsung.

Sumber Polusi Udara Dalam Ruangan Dapat Bervariasi

Polusi udara dalam ruangan dapat berasal dari sumber dalam rumah atau gedung. Misalnya, asap rokok; kompor masak yang menggunakan gas, kayu atau minyak tanah; debu; dan jamur (seperti yang sering muncul di tembok). Polusi juga dapat berasal dari sumber luar ruangan seperti emisi kendaraan dan asap kebakaran. Polutan tersebut bisa masuk ke rumah kita melalui pintu, jendela, dan celah di dinding. Polutan udara yang sering ditemukan di rumah dan tempat kerja termasuk bahan partikulat (PM2.5 dan PM10), nitrogen dioksida (NO2), dan karbon monoksida (CO).

Polusi Dalam Ruangan Mempengaruhi Kesehatan Kita

Seperti halnya polusi udara luar ruangan, polusi udara dalam ruangan adalah berbahaya karena berdampak pada kesehatan kita. Dampak ini tidak hanya mengganggu tetapi juga berisiko mengakibatkan penyakit berat. Efek jangka pendek termasuk iritasi mata, hidung, dan tenggorokan; kesulitan bernafas; sakit kepala; pusing kepala; dan kelelahan. Efek jangka panjang bisa lebih serius lagi, seperti penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan bahkan kanker. Dampak tersebut lebih sering muncul jika kita terpapar terhadap polusi udara dalam ruangan terjadi selama periode waktu yang cukup panjang, seperti jika kita menggunakan tungku kayu bakar selama bertahun-tahun.

Reaksi orang terhadap polusi udara dalam ruangan juga menjadi berbeda dari orang ke orang. Beberapa orang mungkin merasa terganggu oleh polutan tertentu, sementara orang lain tidak terpengaruh. Salah satu contoh adalah reaksi terhadap bulu, kulit, dan air liur hewan peliharaan, di mana ada orang yang sangat terganggu dan ada yang tidak terpengaruh sama sekali.

Ada Langkah-Langkah yang Dapat Diambil

Untungnya, ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Dengan pemahaman tentang bagaimana udara kita menjadi tercemar, pemantauan kualitas udara dengan monitor kualitas udara, perbaikan tempat tinggal dan tempat kerja, serta penggunaan alat pembersih udara (air purifier), dampak polusi udara terhadap kesehatan kita dapat dikurangi.

Klik di sini untuk membaca tentang bagaimana udara menjadi tercemar.


Referensi:

EPA. https://www.epa.gov/iaq-schools/why-indoor-air-quality-important-schools