LEARN / BLOG

Periode Udara Tidak Sehat Masih Berlangsung di Bulan Juni


WRITTEN BY

nafas team

PUBLISHED

06/07/2023

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Bulan Juni masih termasuk sebagai periode kualitas udara buruk bagi warga di berbagai kota di Indonesia. Setelah ‘dihajar’ tingkat polusi yang sangat tinggi pada bulan Mei, ternyata kualitas udara belum juga membaik secara signifikan hingga saat ini. Beberapa daerah yang biasanya selalu memiliki kualitas udara sehat, pada Juni menunjukkan penurunan kualitas udara.

Di media sosial, masih banyak warga, terutama para orang tua, yang mengeluhkan masalah kesehatan pernapasan. Melihat buruknya kualitas udara dan tingkat polusi yang masih tinggi, sepertinya tidak salah kalau kita menyimpulkan bahwa polusi udara adalah penyebabnya.

Siapa juara polusi bulan Juni?


Di urutan pertama sebagai juara bertahan ada Tangerang Selatan yang unggul dengan tingkat polusi tertinggi bulan lalu, yaitu dengan PM2.5 56 µg/m3 (11x di atas batas paparan tahunan WHO).



Serpong menjadi lokasi paling berpolusi di jaringan sensor nafas dengan rata-rata PM2.5 72 µg/m3. Penurunan kualitas udara terburuk jatuh pada lokasi Ciater di Tangerang Selatan. Pada bulan Mei Ciater menempati posisi 9 sebagai lokasi paling berpolusi, namun melejit ke posisi 3 di bulan Juni dengan PM2.5 64 µg/m3, atau setara 15x di atas batas paparan WHO! 😷

Seburuk apa kualitas udara di tempat tinggal kalian?


Buruknya kualitas udara yang kita hirup dalam satu harinya, untuk setiap rata-rata PM2.5 22 µg/m3 setara dengan 1 batang rokok. Bagaimana dengan tempat tinggal kalian?



Dari data di atas terlihat bahwa Serpong yang menjadi lokasi paling berpolusi, kualitas udaranya setara dengan menghisap 98 batang rokok! Warga Tarumajaya juga bernasib serupa, dalam sebulan menghirup udara yang setara dengan menghisap 97 batang rokok. 😱 Ini jelas memprihatinkan karena semua warga tanpa pandang usia menghirup udara tidak sehat yang sama.



Bergeser ke Jawa Barat, ada Bandung yang menjadi kota paling berpolusi setelah Jabodetabek. Secara rata-rata, kualitas udara di Bandung bahkan 12% lebih buruk dibandingkan Jakarta. Lalu, apakah tidak ada wilayah yang kualitas udaranya cukup baik selama Juni lalu?

Ada, yaitu Bali, Kepulauan Seribu, dan Belitung. Itupun jumlah kualitas udar tidak sehat terpantau meningkat dibandingkan biasanya.



Dampak nyata kesehatan akibat polusi

Warga diharapkan waspada karena terdapat bahaya nyata yang mengancam kesehatan kita, terutama bagi anak-anak dan penderita asma serta alergi. Hasil penelitian gabungan nafas dan perusahaan telemedis lokal di Jabodetabek pada Juni - Agustus 2022 menunjukkan hasil berikut:

Adanya kenaikan jumlah konsultasi terkait serangan asma naik 2x lipat dalam 10-17 jam saat PM2.5 berada di kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif.


Sumber polusi udara ada banyak dan kita tidak mungkin menghindarinya secara penuh. Untuk itu sebagai warga yang hidup di kota berpolusi, kita bisa melakukan langkah-langkah untuk mengurangi paparan polusi udara. Berikut beberapa caranya mudahnya:

  1. Unduh aplikasi nafas dan rutin cek kualitas udara sebelum beraktivitas
  2. Pakai masker respirator (N95/ KN95) saat keluar rumah
  3. Saat polusi tinggi, tutup ventilasi. (Pertimbangkan juga untuk investasi air purifier HEPA filter dan nyalakan jika kualitas udara memburuk)
  4. Lihat rekomendasi lengkap lainnya di aplikasi nafas sesuai dengan kualitas udara real-time saat itu


🔗 Unduh Laporan Kualitas Udara Nafas Juni 2023 👉
 https://bit.ly/NBDJuni23