LEARN / BLOG

Lonjakan Polusi di Bulan Juli Mencapai 12x di Atas Pedoman WHO


WRITTEN BY

nafas Indonesia

PUBLISHED

08/08/2023

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Periode udara tidak sehat masih berlangsung di Bulan Juli, bahkan hingga saat ini. Tingkat polusi harian masih terpantau tinggi di 200 lokasi di jaringan sensor Nafas. Ada daerah yang biasanya selalu memiliki kualitas udara sehat, pada bulan Juli menunjukkan penurunan kualitas udara hingga ke kategori tidak sehat.

Di media sosial, masih banyak warga yang frustrasi dan kembali mengeluhkan tentang masalah kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Siapa juara polusi bulan Juli?

Di urutan pertama sebagai juara bertahan ada Tangerang Selatan yang unggul dengan tingkat polusi tertinggi bulan lalu, yaitu dengan PM2.5 60 µg/m3, atau naik 4 µg/m3 dari bulan lalu. Tingkat polusi Tangsel bulan lalu mencapai 12x di atas batas paparan tahunan WHO!



Serpong menjadi lokasi paling berpolusi di jaringan sensor nafas dengan rata-rata PM2.5 80 µg/m3. Penurunan kualitas udara terburuk jatuh pada lokasi Babakan (Tangsel) yang pada bulan Juni berada di posisi 7, naik ke posisi 4 dengan PM2.5 70 µg/m3. 😷

Seburuk apa kualitas udara di tempat tinggal kalian?

Buruknya kualitas udara yang kita hirup dalam satu harinya, untuk setiap rata-rata PM2.5 22 µg/m3 setara dengan 1 batang rokok. Bagaimana dengan tempat tinggal kalian?



Dari data di atas terlihat bahwa Serpong (Tangsel) dan Tarumajaya (Bekasi) menjadi lokasi paling berpolusi, kualitas udaranya setara dengan menghisap 112 batang rokok! 😱 Ini jelas memprihatinkan karena semua warga tanpa pandang usia menghirup udara tidak sehat yang sama.

Bogor air quality vs Jakarta July 2023

Bergeser ke Jawa Barat, ada Bogor sebagai salah satu kota paling berpolusi di wilayah Jabodetabek. Secara rata-rata, kualitas udara di Bogor 14% lebih buruk dibandingkan Jakarta. Lalu, apakah tidak ada wilayah yang kualitas udaranya cukup baik selama Juli lalu?

Ada, yaitu Bali, Kepulauan Seribu, dan Belitung. Itupun jumlah kualitas udara tidak sehat terpantau meningkat dibandingkan biasanya. Di antara daerah-daerah yang langganan udara “Sehat”, hanya Kepulauan Seribu (yang kebetulan berlokasi paling dekat dengan Jabodetabek) yang mengalami kenaikan polusi udara hingga masuk kategori “Tidak Sehat”.

Dampak nyata kesehatan akibat polusi

Warga diharapkan waspada karena terdapat bahaya nyata yang mengancam kesehatan kita, terutama bagi anak-anak dan penderita asma serta alergi. Hasil penelitian gabungan nafas dan perusahaan telemedis lokal di Jabodetabek pada Juni - Agustus 2022 menunjukkan hasil berikut:

Adanya kenaikan jumlah konsultasi terkait serangan asma naik 2x lipat dalam 10-17 jam saat PM2.5 berada di kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif.

Sumber polusi udara ada banyak dan kita tidak mungkin menghindarinya secara penuh. Untuk itu sebagai warga yang hidup di kota berpolusi, kita bisa melakukan langkah-langkah untuk mengurangi paparan polusi udara.

💡 Berikut beberapa caranya mudahnya:
1. Unduh aplikasi nafas dan rutin cek kualitas udara sebelum beraktivitas
2. Pakai masker respirator (N95/ KN95) saat keluar rumah
3. Saat polusi tinggi, tutup ventilasi. (Pertimbangkan juga untuk investasi air purifier HEPA filter dan nyalakan jika kualitas udara memburuk)
4. Lihat rekomendasi lengkap lainnya di aplikasi nafas sesuai dengan kualitas udara real-time saat itu

🔗 Unduh Laporan Kualitas Udara Nafas Juli 2023 👉 https://bit.ly/NBDJuli2023