LEARN / BLOG

Dekat dengan Pantai, Apakah Pluit Bebas Polusi?


WRITTEN BY

nafas team

PUBLISHED

26/07/2023

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Pluit, sebuah kelurahan di Jakarta Utara, merupakan daerah residensial yang dihuni oleh kurang lebih 56 ribu jiwa. Wilayahnya yang berada di bagian utara Kota Jakarta dan dekat pantai membuat beberapa orang berasumsi bahwa tingkat polusinya lebih rendah daripada daerah lainnya. Namun, apakah asumsi tersebut benar?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Nafas telah merangkum data-data yang terekam oleh sensor nafas di setiap lokasi dan menyusunnya dalam topik #HIPERLOKAL. Pada #HIPERLOKAL pertama, kami ingin mengajak warga Nafas untuk memahami kualitas udara di suatu lokasi tertentu, yaitu Pluit.

Namun, sebelum mengetahui kualitas udara di Pluit dengan lebih detail, kami akan mengajak kalian mengenal karakter suatu tempat yang dekat dengan pantai.

Angin Laut Membantu Menyebarkan Polusi Udara


Berada di dekat pantai tentunya membuat angin di daerah dekat pantai menjadi kencang karena adanya angin laut. Kencangnya angin laut ini memengaruhi kualitas udara di suatu daerah. Semakin kencang angin bertiup, semakin mudah pula partikel polusi (PM2.5) di udara tersebar sehingga jumlahnya semakin sedikit di udara. Jika jumlah partikel polusi di udara sedikit, maka kualitas udara akan membaik.



Sekarang, mari kita cek data polusi udara selama 2023 di wilayah yang berada di dekat pantai, yaitu Pluit!



Gambar di atas adalah data jumlah PM2.5 rata-rata di Pluit (garis warna biru) yang dibandingkan dengan jumlah PM2.5 rata-rata di DKI Jakarta (garis warna hitam). Sepanjang tahun 2023 ini kita bisa lihat secara umum kualitas udara di Pluit lebih baik dibandingkan rata-rata DKI Jakarta karena jumlah PM2.5-nya yang rendah.

Perbandingan kualitas udara di DKI Jakarta dan Pluit juga dapat dilihat dari grafik di atas. Kita dapat melihat bahwa DKI Jakarta memiliki jumlah PM2.5 rata-rata yang lebih tinggi daripada Pluit. Ini artinya kualitas udara di Pluit dapat dikatakan lebih bagus daripada DKI Jakarta secara keseluruhan. Namun, apakah udara di Pluit benar-benar ‘sebersih’ itu?

Dekat di Area Pantai Bukan Berarti Bersih Udaranya


Di bulan Juni, kita bisa lihat jumlah polusi udara di Pluit cenderung fluktuatif, yang berarti tetap ada lonjakan polusi PM2.5 setiap harinya.

Mari kita lihat data polusi udara di Pluit pada Juni 2023!



Dari data di atas, kita bisa melihat pada tanggal 12 Juni 2023, tingkat PM2.5 sempat mencapai 87 µg/m3 atau 17x di atas batas paparan tahunan World Health Organization (WHO) yang sebesar 5 µg/m3. Sama parahnya, tanggal 26 Juni 2023 pun tingkat PM2.5 sempat mencapai 85 µg/m3.

Kualitas Udara Selalu Berubah Dengan Cepat

Pada faktanya, kualitas udara memang tidak pasti di suatu tempat dan dapat berubah dengan cepat. Coba kita lihat pada grafik rata-rata PM2.5 setiap jam di Pluit berikut di bulan Juni 2023!



Pada bulan Juni, Pluit memiliki jendela udara yang cukup baik (atau moderat) yang lumayan panjang, yaitu dari jam 9 pagi hingga 10 malam! Pada waktu-waktu tersebut, warga Jakarta, khususnya warga Pluit, tentunya dapat menikmati aktivitas di luar, seperti menikmati sunset di tepi pantai misalnya.

Namun, terkadang ada pula waktu-waktu tertentu ketika polusi naik sampai ke level Tidak Sehat, yang ditandai dengan warna merah. Kalian dapat melihatnya pada gambar berikut!



Dari data di atas, dapat terlihat bahwa kualitas udara setiap hari dan setiap jamnya bisa beraneka ragam, berubah-ubah. Perubahan cepat kualitas udara ini menandakan bahwa sebaiknya warga Nafas tidak lengah dengan rutin mengecek kualitas udara di lokasi kalian dengan aplikasi nafas. Meskipun jendela udara dengan kualitas udara cukup baik dan adanya beberapa waktu yang berwarna hijau (dengan arti kualitas udaranya baik), total rata-rata kualitas udara Pluit dari Januari - Juni 2023 jika dijumlahkan setara dengan menghisap 221 batang rokok!

Ini sama halnya dengan jika kamu bukan perokok, maka kalian seperti merokok 36 batang per bulan, atau 1 batang per hari (kalian dapat mengetahui perhitungan batang rokok terisap pada artikel ini) 🚬

Selain itu, bagi kelompok rentan, termasuk warga Pluit yang punya anak, jangan lupa untuk selalu cek kualitas udara sebelum keluar rumah! Anak-anak dan pengidap asma, serta lansia sangat mudah terjangkit penyakit yg dipicu oleh polusi udara.



Menurut hasil kajian studi tahun 2019 di China, setiap kenaikan PM2.5 sebesar 10 µg/m3 dalam waktu 6 hari menyebabkan adanya kenaikan jumlah pasien anak-anak yang dirawat inap akibat infeksi saluran pernapasan bawah sebesar 4,3% (Xia dkk., 2019). Dengan demikian, meskipun berlokasi di pinggir pantai dengan tingkat polusi udara di Pluit yang tak separah rata-rata PM2.5 di DKI Jakarta, warga Pluit tetap perlu waspada dan peduli terhadap kualitas udara di lingkungannya karena lonjakan polusi harian masih sering terjadi dan sulit diprediksi kapan akan terjadi.

Oleh karena itu, kami memberi warga Nafas untuk mengikuti beberapa tips demi mengurangi paparan polusi udara:

  • Pantau kualitas udara secara rutin di aplikasi nafas
  • Jika kualitas udara sedang buruk, hindari berativitas di luar ruangan.
  • Selalu pakai masker saat keluar rumah. [”Anak di atas 2 tahun dapat menggunakan masker (masker kain atau masker sekali pakai) yang ukurannya pas menutupi hidung dan mulut.” - dr. Citra Amelinda]
  • Tutup pintu dan jendela saat kualitas udara buruk. Penggunaan air purifier bisa membantu membersihkan udara di dalam ruangan.