LEARN / BLOG

Car Free Day Bukan Berarti Hari Bebas Polusi


WRITTEN BY

nafas Indonesia

PUBLISHED

12/09/2023

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Datang ke alun-alun kota untuk berolahraga di acara car free day pasti menjadi aktivitas menyenangkan untuk menghabiskan waktu pagi di hari Minggu. Tak ada hiruk pikuk kendaraan, bebas dari asap hitam, tentu membuat car free day menjadi kesempatan warga kota untuk menikmati udara segar. Namun, apakah udaranya benar-benar segar dan bersih? Sayangnya, jawabannya adalah tidak selalu.

Untuk melihat faktanya, kita lihat datanya bersama-sama, yuk!

Kualitas udara di lokasi car free day di beberapa kota tidak sehat untuk kelompok sensitif

Gambar di bawah merupakan data jumlah polusi setiap hari Minggu pukul 6 hingga 10 pagi di dekat lokasi car free day di empat kota, yaitu Semarang, Bandung, DKI Jakarta, dan Surabaya. Sejak Januari hingga Juli 2023, rupanya jumlah polusi udara pada waktu-waktu car free day di Semarang dan Bandung cukup tinggi, membuatnya tidak sehat untuk kelompok sensitif, yaitu anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan. Di DKI Jakarta dan Surabaya, kualitas udaranya bisa dikatakan lebih baik daripada di Semarang.



Sekarang, coba simak data kualitas udara yang lebih detail ini!



Dari keempat kota di atas, Tim Nafas mencoba memperinci kualitas udaranya di setiap jam selama car free day. Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa kualitas udara selama car free day didominasi oleh udara yang tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Jumlah jam dengan kualitas udara yang tidak sehat untuk kelompok sensitif kami coba visualisasikan dengan gambar berikut.



Dari gambar di atas, rupanya benar bahwa kualitas udara selama car free day didominasi oleh udara yang tidak sehat untuk kelompok sensitif di keempat kota. Bahkan, di Semarang dan Surabaya, ada 20% jam ketika kualitas udara di pagi hari benar-benar tidak sehat untuk semua orang, bukan hanya kelompok sensitif saja.

Mungkin data di atas membuat kalian bertanya, “kenapa kualitas udaranya masih buruk, padahal sumbernya (yaitu kendaraan) sedang tidak beroperasi?

Lapisan batas planet memengaruhi kualitas udara di pagi hari

Ya, lapisan batas planet rupanya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara di suatu lokasi. Lapisan batas planet atau lapisan batas atmosfer adalah bagian terendah dari atmosfer Bumi dimana interaksi antara permukaan Bumi dan atmosfer terjadi. Lapisan ini membentang dari permukaan Bumi hingga ketinggian yang biasanya berkisar antara beberapa ratus meter hingga beberapa kilometer. Ketinggiannya pun berubah-ubah, tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi cuaca, waktu, dan lokasi geografis.



Umumnya, lapisan ini berada pada ketinggian yang rendah pada malam hari. Secara teori, semakin rendah ketinggiannya maka semakin dekat pula jaraknya dengan permukaan bumi, bukan? Dekatnya jarak antara lapisan ini dan permukaan bumi menyebabkan polusi udara tidak tersebar dan cenderung terakumulasi sehingga jumlah partikulat di udara akan lebih banyak, membuat kualitas udara menjadi lebih buruk. Fenomena yang umumnya terjadi di malam hari ini akan bertahan hingga pagi hari, membuat kualitas udara pada pagi hari terkadang kurang baik. Kualitas udara akan cenderung membaik ketika menuju siang hari, bersamaan dengan menjauhnya lapisan batas planet dari permukaan bumi dan membuat ruang yang lebih lebar bagi polusi udara untuk tersebar.

Adanya lapisan batas planet ini bukan hanya satu-satunya penyebab buruknya kualitas udara. Kemungkinan adanya sumber polusi hiperlokal lainnya juga bisa mempengaruhi keunikan pola polusi di setiap daerah.

Polusi udara di pagi hari dapat mengurangi manfaat olahraga saat car free day

Mungkin, data-data di atas membuat sebagian dari kita bingung menentukan waktu terbaik untuk berolahraga. Banyak orang lebih suka berolahraga di pagi hari karena udara lebih bersih dan emisi kendaraan lebih sedikit. Selain itu, berolahraga dengan perut kosong (yang umumnya cenderung terjadi pada pagi hari) dapat meningkatkan metabolisme postprandial sehingga mampu membakar 20% lebih banyak lemak tubuh.

Meskipun demikian, berolahraga dengan kondisi udara yang buruk sangat tidak direkomendasikan. Berolahraga membuat kita bernapas lebih cepat dan menghirup udara yang lebih banyak. Alhasil, lebih banyak polutan (PM2.5, CO, NOx, SO₂, dan O3) yang terhirup dalam waktu singkat.



Studi Seoul National University menunjukkan dewasa (25 hingga 30 tahun) yang olahraga rutin selama 10 tahun di luar rumah dengan PM2.5 di atas 26 µg/m3 berisiko terkena penyakit jantung 33% lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak berolahraga sama sekali.

Polusi udara di pagi hari dapat mengurangi manfaat olahraga saat car free day

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan polusi udara. Dengan menggunakan aplikasi nafas, kualitas udara dapat dipantau sebelum mulai berolahraga di luar ruangan. Aplikasi nafas akan merekomendasikan waktu berolahraga berdasarkan data untuk mengurangi risiko paparan PM2.5.

Jika kualitas udara di luar ruangan tidak sehat, Anda bisa melakukannya di dalam ruangan. Beberapa olahraga di dalam ruangan, seperti yoga, senam, Zumba, dan latihan treadmill, bisa menjadi pilihan yang baik.

Selain itu, tim Nafas juga memiliki beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan saat udara sedang tidak sehat:

1. Kurangi durasi dan intensitas berolahraga selama car free day saat kualitas udara tidak baik.
2. Pakai masker yang nyaman dan tepat untuk olahraga
3. Pindahkan waktu berolahraga ke jam-jam saat polusi menurun
4. Cek gym/studio olahraga yang kualitas udara dalam ruangannya terjamin sehat di @cleanairzone.id.

✅ Berolahraga memang baik, tetapi akan lebih baik lagi jika didukung oleh kualitas udara yang sehat, para penghuni yang budiman! 😉