LEARN / BLOG

Nafas x Pinhome: Bagaimana cara meningkatkan kualitas udara di rumah?


WRITTEN BY

Anggid Primastiti

PUBLISHED

19/09/2022

LANGUAGE

EN / ID

English / Indonesia


Semua makhluk hidup membutuhkan udara bersih untuk bernapas dan bertahan hidup. Namun, kebutuhan ini menjadi semakin sulit untuk dipenuhi. Udara yang benar-benar 'bersih' dan 'sehat' kian menjadi hal yang langka untuk ditemui.

Aktivitas ekonomi yang terus berkembang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas udara. Kegiatan ini terus menghasilkan polusi udara yang mengandung PM2.5, partikel berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer, yang berbahaya karena dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan efek berbahaya pada manusia.

Pada tahun 2021, WHO memperbarui pedoman untuk menyatakan bahwa konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 tidak boleh melebihi 5 µg/m
3. Sayangnya, kualitas udara di Jakarta selalu melebihi batas yang telah ditentukan - kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang PM2.5 dengan membaca artikel ini.


Bagaimana kualitas udara dikatakan baik?

Kamu dapat dengan mudah mengetahui kualitas udara melalui AQI (Air Quality Index) yang mengukur seberapa bersih atau tercemar polusi udara di suatu lokasi. AQI adalah metode pengukuran global yang berkisar dari 0 di ujung bawah hingga 500 di ujung atas. AQI yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan polusi udara dan dampak negatif pada kesehatan kita. Ia diberi kode warna dan dibagi menjadi enam kategori. Setiap kategori mewakili tingkat masalah kesehatan yang berbeda, dan warnanya membantu orang dengan cepat menentukan kualitas udara di daerah mereka. 

Skala AQI terlihat seperti ini:


Bagaimana kualitas udara di 5 lokasi di Jabodetabek?

Tidak dapat dipungkiri, kualitas udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sangat bervariasi pada waktu yang berbeda. Kualitas udara di beberapa daerah bisa berkisar dari "Sedang" hingga "Tidak Sehat".

Berdasarkan penelitian Nafas dan Pinhome - platform e-commerce untuk transaksi properti end-to-end - berikut adalah daftar lokasi Jabodetabek dengan kualitas udara luar ruangan yang mendekati baik atau sedang.

Depok Beji

Berdasarkan informasi di atas, wilayah Beji memiliki indikator polusi PM2.5 yang tergolong Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif. Di daerah sekitarnya dengan radius 8 km, polusi udara tertinggi ada di Ciganjur dengan konsentrasi sebesar 56 µg/m3, sedangkan polusi udara terendah ada di Limo dengan konsentrasi sebesar 43 µg/m3.

Pondok Indah

Berdasarkan informasi di atas, wilayah Pondok Indah memiliki indikator polusi PM2.5 yang tergolong moderat. Di daerah sekitarnya dengan radius 8 km, polusi udara tertinggi ada di Rempoa Permai dengan konsentrasi sebesar 52 µg/m3, sedangkan polusi udara terendah ada di Cilandak Barat dengan konsentrasi sebesar 31 µg/m3.

Bogor Barat

Based on the information above, Bogor Barat areas have PM2.5 pollution indicators that are classified as Unhealthy for Sensitive Groups. In the surrounding area with a radius of 8 km, the highest air pollution is in Mekarwangi with a concentration of 40 µg/m3, while the lowest air pollution is in Bogor Timur with a concentration of 25 µg/m3.

Bekasi, Tambun Selatan

Berdasarkan informasi di atas, wilayah Tambun Selatan memiliki indikator polusi PM2.5 yang tergolong Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif. Di daerah sekitarnya dengan radius 8 km, polusi udara tertinggi ada di Mekarsari dengan konsentrasi sebesar 53 µg/m3, sedangkan polusi udara terendah ada di Teluk Pucung dengan konsentrasi sebesar 38 µg/m3.

Dharmawangsa

Berdasarkan informasi di atas, wilayah Dharmawangsa memiliki indikator polusi PM2.5 yang tergolong Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif. Di daerah sekitarnya dengan radius 8 km, polusi udara tertinggi ada di Pattimura dengan konsentrasi sebesar 48 µg/m3, sedangkan polusi udara terendah ada di Kebayoran Baru dengan konsentrasi sebesar 35 µg/m3.


Apakah kualitas udara di luar menentukan kualitas udara di dalam ruangan?

Kenyataannya, PM2.5 mampu memasuki ruangan dengan cara yang tak terlihat. Bahkan, suatu studi menyatakan bahwa 54-63% polutan PM2.5 di dalam bangunan datang dari luar ruangan meskipun jendela dan pintu telah tertutup. Studi lain mengungkapkan bahwa partikel yang dihasilkan di luar rata-rata menyumbang 80% dari konsentrasi PM2.5 dalam ruangan, dengan kisaran 40-100% di tempat tinggal pribadi. 

Polusi udara luar dapat memasuki ruangan melalui retakan pada dinding, lantai dan langit-langit di sekitar jendela dan pintu, serta melalui jendela dan pintu yang terbuka. Angin dan perbedaan suhu antara udara dalam dan luar ruangan ikut berkontribusi pada pergerakan udara yang masuk ke dalam bangunan. Selain itu, partikulat ini dapat masuk melalui
exhaust fan yang ada di kamar mandi, dapur, atau area parkir bawah tanah. Dengan demikian, kualitas udara di dalam ruangan dapat dipengaruhi oleh kualitas udara di luar ruangan.


Dapatkah saya meningkatkan kualitas udara di rumah sementara kualitas udara di luar ruangan tidak begitu baik?

Meskipun paparan polusi udara sulit dihindari, kamu tetap bisa mengatasi kualitas udara buruk di rumah. Kamu bisa memulainya dengan rutin mengecek kualitas udara di luar ruangan melalui aplikasi nafas agar kamu tahu langkah yang harus kamu lakukan selanjutnya. Jika udara luar ruangan baik, kamu dapat membuka jendela dan pintumu untuk meresirkulasi udara di dalam dan luar ruangan. Namun, saat udara luar ruangan buruk, kamu dapat menutup jendela dan pintu rumahmu, melakukan aktivitas di dalam ruangan, dan menghidupkan air purifier untuk membersihkan udara di ruangan. Kamu juga bisa mengurangi aktivitas yang menimbulkan polusi udara di ruangan kian memburuk, seperti aktivitas memasak dan penggunaan obat nyamuk bakar.

Nafas juga telah menyediakan Alert Ventilasi yang dapat memberi tahumu kapan waktu yang tepat untuk membuka ventilasi rumahmu.
Baca disini untuk memaksimalkan pengalamanmu bersama aplikasi Nafas.